Teminabuan – tangan Terampil Jadi Pesona Di kaki bukit yang hijau dan asri, terdapat sebuah desa kecil bernama Liagu, yang memancarkan ketenangan dan keindahan khas pedesaan.
Namun bukan hanya pemandangan alamnya yang memesona, melainkan juga tangan-tangan terampil warganya yang menghidupkan desa itu.
Desa Liagu, yang terletak di sebuah kecamatan terpencil, dikenal sebagai sentra kerajinan tangan sejak puluhan tahun lalu.
Warisan keterampilan turun-temurun menjadi ciri khas masyarakat desa ini, khususnya dalam bidang anyaman dan tenun tradisional.

Baca Juga : Bulog Teminabuan Ungkap Pemkab Sorong Selatan Tunggak Beras ASN Rp 2,1 M
Setiap rumah di Desa Liagu seperti memiliki “bengkel kecil” tempat para ibu, nenek, dan bahkan anak muda menghasilkan karya seni luar biasa.
Mereka mengolah bahan-bahan alam seperti bambu, daun lontar, dan serat pisang menjadi barang-barang bernilai tinggi.
Proses pembuatannya pun tidak sembarangan—diperlukan ketelitian, kesabaran, dan pengalaman panjang untuk menghasilkan produk yang sempurna.
Menurut Ibu Asna, salah satu perajin senior di desa itu, menganyam bukan sekadar mencari nafkah, melainkan bentuk ekspresi budaya.
“Ini bukan hanya pekerjaan, tapi warisan leluhur kami. Kami bangga bisa melanjutkannya,” ujar Ibu Asna dengan senyum hangat.
Tidak hanya perempuan, para pemuda juga mulai tertarik mengikuti jejak orang tua mereka dalam mengembangkan kerajinan ini.
Hal ini tak lepas dari peran aktif kepala desa dan komunitas kreatif lokal yang mengadakan pelatihan dan workshop.
Workshop itu mengundang mentor dari kota dan bahkan dari luar negeri untuk berbagi teknik baru tanpa menghilangkan nilai tradisional.
Beberapa ini pengusaha lokal bekerja sama dengan warga untuk membentuk koperasi produksi dan pemasaran.
Koperasi ini membantu menghubungkan perajin dengan pasar yang lebih luas, termasuk toko oleh-oleh dan marketplace daring.
Pemerintah daerah pun mendukung dengan memberikan bantuan alat, pelatihan, serta sertifikasi hak kekayaan intelektual komunal.
Produk ini seperti kue talam daun pisang dan keripik singkong Liagu menjadi favorit para pengunjung yang datang ke desa.





![IMG_20250610_174755_800_x_445_piksel-jpg[1] Cemburu Kang Dedi](http://badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20250610_174755_800_x_445_piksel-jpg1-148x111.webp)
![654751_07304622022016_IMG-20160221-WA0038[1] TNI dan Pemda](http://badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/654751_07304622022016_IMG-20160221-WA00381-148x111.jpg)
![pantai-mutun-lampung-1765627674953_169[1]](http://badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/pantai-mutun-lampung-1765627674953_1691-148x111.jpeg)
![bio-inflasi-7[1]](http://badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/bio-inflasi-71-148x111.jpg)