, ,

Polisi Tembak Gas Air Mata di Area Kampus Unisba dan Unpas

oleh -526 Dilihat
cek disini

Teminabuan – Polisi Tembak Gas Air Suasana mencekam terjadi di kawasan pusat kota Bandung saat aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke area sekitar kampus Unisba (Universitas Islam Bandung) dan Unpas (Universitas Pasundan).

Insiden tersebut terjadi pada sore hari setelah demonstrasi mahasiswa yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi ricuh.

Polisi Tembak Gas Air
Polisi Tembak Gas Air

 

Baca Juga : Klasemen Liga Inggris: Liverpool di Puncak, Man City Keluar 10 Besar

Aksi unjuk rasa digelar oleh sejumlah aliansi mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung untuk menyuarakan tuntutan terhadap kebijakan pemerintah

Lokasi unjuk rasa semula terpusat di depan Gedung DPRD Jawa Barat, yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari kampus Unisba dan Unpas.

Ketegangan meningkat ketika massa mulai mendorong barikade polisi, disusul dengan lemparan botol dan batu ke arah aparat.

Polisi kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata guna membubarkan kerumunan, namun arah tembakan gas menyasar hingga ke dalam area kampus.

ini Beberapa mahasiswa yang sedang tidak ikut aksi namun berada di dalam kampus ikut terdampak paparan gas air mata.

Mahasiswa di Unisba melaporkan bahwa ruang kelas dan masjid kampus ikut terpapar gas, membuat beberapa orang sesak napas dan panik.

Di Unpas, situasi serupa terjadi. Aktivitas akademik yang tengah berlangsung terganggu, dan mahasiswa berhamburan keluar ruangan.

Rekaman video kejadian cepat tersebar di media sosial, memperlihatkan mahasiswa berlarian sambil menutup wajah, dan suasana kampus yang

Tagar seperti #Unisba, #Unpas, dan #TolakRepresifitas pun menjadi trending topic di berbagai platform.

Beberapa dosen dan tenaga pengajar ikut turun tangan mengevakuasi mahasiswa dan membuka ruang kelas sebagai tempat aman sementara.

Dinas Kesehatan setempat mengirimkan tim medis ke lokasi untuk memberikan bantuan pertama kepada korban yang mengalami sesak napas.

Laporan awal menyebutkan bahwa puluhan mahasiswa mengalami iritasi mata dan gangguan pernapasan ringan akibat gas air mata.

Aparat kepolisian membela tindakan mereka dengan dalih situasi di lapangan sudah tidak terkendali dan berpotensi membahayakan publik.

telkomsel

No More Posts Available.

No more pages to load.