Teminabuan – Freeport Evakuasi 2 Indonesia kembali menghadapi situasi duka setelah insiden di tambang bawah tanah menyebabkan dua orang pekerja kehilangan nyawa.
Kedua jenazah yang menjadi korban insiden tersebut berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat setelah proses pencarian intensif selama hampir dua hari.
Insiden terjadi di salah satu lorong tambang bawah tanah di kawasan kerja Freeport, tepatnya di area Deep Ore Zone (DOZ) yang merupakan salah satu lokasi eksplorasi utama.

Baca Juga : Wamentrans Dengarkan Curhatan Kepala Suku Hatam Terkait Transmigrasi
Perusahaan menyampaikan bahwa insiden terjadi akibat longsoran batuan yang mendadak menutup akses lorong tempat kedua korban tengah bekerja.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi tambang yang masih labil dan berisiko mengalami longsoran susulan.
Tim tanggap darurat terdiri dari petugas keselamatan tambang, teknisi, serta tim medis yang telah bersiaga sejak laporan pertama kecelakaan diterima.
Kedua korban diketahui merupakan pekerja berpengalaman yang telah bertahun-tahun bekerja di lingkungan tambang bawah tanah.
Jenazah korban pertama ditemukan pada malam hari sekitar pukul 22.30 WIT, sedangkan jenazah kedua ditemukan beberapa jam kemudian menjelang subuh.
Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Tembagapura untuk proses identifikasi dan pemeriksaan medis.
PT Freeport Indonesia memastikan bahwa proses evakuasi dilakukan sesuai dengan protokol keselamatan dan prosedur kedaruratan yang telah ditetapkan.
Dalam pernyataan resminya, manajemen Freeport menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya dua karyawan mereka.
“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Doa dan dukungan kami menyertai keluarga korban di masa sulit ini,” tulis pernyataan resmi perusahaan.
Freeport juga menyatakan akan bertanggung jawab penuh dalam pemulangan jenazah dan pemenuhan hak-hak keluarga korban.
Termasuk di dalamnya adalah santunan duka, biaya pemakaman, dan pendampingan psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan.
Insiden ini memicu evaluasi besar-besaran terhadap standar keselamatan kerja di area tambang bawah tanah yang memang dikenal berisiko tinggi.
Serikat pekerja tambang langsung meminta agar Freeport melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi





![IMG_20250610_174755_800_x_445_piksel-jpg[1] Cemburu Kang Dedi](http://badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20250610_174755_800_x_445_piksel-jpg1-148x111.webp)
![654751_07304622022016_IMG-20160221-WA0038[1] TNI dan Pemda](http://badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/654751_07304622022016_IMG-20160221-WA00381-148x111.jpg)
![pantai-mutun-lampung-1765627674953_169[1]](http://badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/pantai-mutun-lampung-1765627674953_1691-148x111.jpeg)
![bio-inflasi-7[1]](http://badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/bio-inflasi-71-148x111.jpg)