
Teminabuan – ASN Tersangka Korupsi di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, mencuat ke permukaan dan langsung menjadi sorotan publik. Seorang ASN yang juga merupakan oknum pengelola zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang diduga terlibat dalam kasus penyelewengan dana bantuan sosial (barbuk) dengan jumlah yang sangat fantastis, mencapai Rp 840 juta. Dana yang seharusnya digunakan untuk membantu masyarakat kurang mampu ini, justru digelapkan oleh tersangka untuk kepentingan pribadi.
Kasus ini menjadi perhatian luas, tidak hanya karena jumlah uang yang terlibat sangat besar, tetapi juga karena tersangka merupakan seorang ASN yang seharusnya memberikan contoh teladan bagi masyarakat, terutama dalam hal kejujuran dan pengelolaan dana sosial. Kini, pertanyaan besar muncul: bagaimana bisa dana yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat justru disalahgunakan oleh orang yang dipercaya untuk mengelolanya?
Kronologi Pengungkapan Kasus Korupsi ZIS di Baznas Enrekang
Pengungkapan kasus ini bermula pada awal November 2025, setelah adanya laporan dari masyarakat yang curiga atas sejumlah transaksi yang tidak biasa dalam pengelolaan dana ZIS di Baznas Enrekang.
ASN Tersangka Korupsi
Baca Juga : Jalan Depan Kilang Balongan Ditutup 15 Desember, Ini Jalur Penggantinya
Setelah melalui penyelidikan dan audit internal, pihak Kejaksaan Negeri Enrekang menemukan adanya ketidaksesuaian dalam laporan keuangan Baznas Enrekang. Dalam hasil audit, ditemukan bahwa sejumlah dana yang terkumpul, yang seharusnya disalurkan untuk masyarakat miskin, justru disalahgunakan oleh oknum pengelola, yang diketahui berinisial H, seorang ASN yang menjabat sebagai staf di Baznas Enrekang.
Jumlah Kerugian yang Fantastis: Rp 840 Juta
Dalam proses penyelidikan lebih lanjut, terungkap bahwa H menggunakan rekening pribadi untuk menerima dana-dana tersebut dan kemudian melakukan transaksi fiktif untuk menutupi jejaknya. Selain itu, H juga diketahui telah mengubah data penerima bantuan dan menyusun laporan palsu yang diserahkan kepada Baznas pusat dan pemerintah daerah.
“Kasus ini sangat mengejutkan kami, terutama karena melibatkan ASN yang seharusnya menjadi pengelola dana publik yang transparan dan amanah.
Tersangka H: Modus Operandi dan Pengakuan
Namun, H juga mengakui bahwa tindakannya telah merugikan masyarakat dan mencederai kepercayaan yang diberikan oleh negara dan masyarakat terhadap Baznas. “Saya sangat menyesal atas perbuatan saya. Saya tidak tahu mengapa saya melakukan hal tersebut, yang jelas itu adalah kesalahan besar.
Meskipun demikian, pengakuan H belum cukup untuk mengurangi kecaman terhadap tindakannya. Banyak pihak menilai bahwa kasus ini bukan hanya masalah pribadi tersangka, tetapi juga berhubungan dengan sistem pengelolaan dana sosial yang lemah dan kurangnya pengawasan yang ketat dari pihak terkait.
ASN Tersangka Korupsi Dampak Sosial dan Kepercayaan Masyarakat
Kasus korupsi ini sangat berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat dan pengelolaan dana sosial lainnya.
“Saya sangat kecewa dengan kejadian ini. Saya sudah beberapa kali menyumbang ke Baznas Enrekang, berharap bisa membantu orang-orang yang membutuhkan. Tapi sekarang saya merasa sangat tidak percaya lagi dengan lembaga ini.
Selain itu, kejadian ini juga menimbulkan rasa khawatir di kalangan masyarakat lainnya yang ingin berpartisipasi dalam program zakat dan donasi.
“Ini sangat merusak citra lembaga zakat, apalagi yang terlibat ASN yang seharusnya memberikan contoh baik. Kepercayaan masyarakat bisa hilang begitu saja karena ulah segelintir orang,” tambah Agus, seorang warga Enrekang lainnya.
ASN Tersangka Korupsi Penyelidikan Lanjutan dan Langkah Hukum
Penyelidikan ini akan melibatkan audit kembali terhadap laporan keuangan Baznas Enrekang selama beberapa tahun terakhir, guna memastikan tidak ada penyelewengan dana serupa yang terjadi sebelumnya.
Harapan Ke Depan: Meningkatkan Pengawasan dan Reformasi Internal
Kasus penyelewengan dana ZIS di Baznas Enrekang ini membawa pelajaran penting bagi pengelolaan dana sosial di Indonesia.
“Ke depan, kami berharap pengelolaan dana sosial di Indonesia bisa lebih transparan dan akuntabel.
Kesimpulan: Tindak Tegas Pelaku Korupsi Dana Sosial
Skandal korupsi yang melibatkan ASN di Baznas Enrekang ini menjadi pengingat betapa pentingnya pengelolaan dana sosial yang transparan dan amanah.




![bupati-afni-saat-menyalurkan-bantuan-ke-anak-yatim-dhuafa-dok-pemkab-siak-1765248872450_169[1]](http://badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/bupati-afni-saat-menyalurkan-bantuan-ke-anak-yatim-dhuafa-dok-pemkab-siak-1765248872450_1691-148x111.jpeg)
![kapolda-jatim-resmikan-dapur-gizi-polri-untuk-3452-siswa-gresik-1758860507478_169[1]](http://badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/kapolda-jatim-resmikan-dapur-gizi-polri-untuk-3452-siswa-gresik-1758860507478_1691-148x111.jpeg)
![njagani-jateng-1765077741204_43[1]](http://badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/njagani-jateng-1765077741204_431-148x111.jpeg)
![34448a202b7d30901e379bb62f5d61d1[1]](http://badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/34448a202b7d30901e379bb62f5d61d11-148x111.jpg)
![proses-reka-adegan-kasus-penyerangan-seorang-pemuda-di-panawangan-ciamis-yang-melukai-4-orang-hingga-mengakibatkan-satu-orang--1764748675359_169[1]](http://badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/proses-reka-adegan-kasus-penyerangan-seorang-pemuda-di-panawangan-ciamis-yang-melukai-4-orang-hingga-mengakibatkan-satu-orang-1764748675359_1691-148x111.jpeg)